Harganas di Berau Jadi Titik Awal Penguatan Keluarga di Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud Serukan Ayah Wajib Hadir, Percepat Penanganan Stunting
Gubernur Kaltim Rudy
Mas'ud menghadiri langsung puncak kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas)
ke-33 tingkat Provinsi Kaltim yang berlangsung di Kabupaten Berau, pada Kamis
(23/7/2026). Foto : sep/fn
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kabupaten Berau menjadi saksi lahirnya komitmen baru dalam memperkuat ketahanan keluarga di Kalimantan Timur. Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dipusatkan di Bumi Batiwakkal tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momentum bagi pemerintah untuk menegaskan arah pembangunan yang berpusat pada keluarga sebagai fondasi utama mencetak generasi sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut
mengemuka dalam puncak peringatan Harganas yang dihadiri Gubernur Kalimantan
Timur Rudy Mas'ud, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, jajaran Pemerintah Provinsi
Kalimantan Timur, BKKBN, Tim Penggerak PKK, Forkopimda, serta para pemangku
kepentingan dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.
Mengusung tema
nasional "Ayah Wajib Hadir", Harganas tahun ini menghadirkan pesan
kuat bahwa pembangunan keluarga tidak cukup hanya diukur dari terpenuhinya
kebutuhan ekonomi. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak, baik sebagai pendidik,
pelindung, pendengar, maupun teladan, dinilai menjadi faktor penting dalam
membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Gubernur Kalimantan
Timur Rudy Mas'ud menegaskan bahwa keluarga merupakan ruang pertama tempat anak
belajar mengenal kehidupan. Dari keluargalah lahir karakter, akhlak,
kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta nilai-nilai yang akan menentukan masa
depan bangsa.
Menurut Rudy,
tantangan terbesar keluarga saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga
menurunnya kualitas komunikasi akibat perkembangan teknologi digital yang
begitu pesat. Ia menilai, banyak keluarga kini berada dalam satu rumah, tetapi
kehilangan kehangatan karena masing-masing lebih sibuk dengan telepon genggam.
"Tema Harganas
tahun ini adalah Ayah Wajib Hadir. Ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah,
tetapi juga harus hadir menjadi teladan, pendidik, sekaligus sahabat bagi
anak-anaknya," tegas Rudy.
Ia mengingatkan bahwa
kehadiran ayah tidak dapat digantikan oleh teknologi ataupun materi. Anak-anak
membutuhkan perhatian, kasih sayang, waktu untuk berbincang, serta figur yang
mampu menjadi panutan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Karena itu, Rudy
mengajak seluruh orang tua mulai membangun kembali kebiasaan sederhana yang
memiliki makna besar, seperti makan bersama keluarga, mendampingi anak belajar,
mendengarkan cerita mereka, hingga meluangkan waktu berbicara tanpa gangguan
gawai.
Menurutnya,
komunikasi yang hangat merupakan fondasi lahirnya keluarga yang kuat. "Era
digital ini luar biasa tantangannya. Kita berada di rumah yang sama, tetapi
sibuk dengan gawai masing-masing. Komunikasi yang hangat adalah kunci. Keluarga
yang kuat diawali dari komunikasi yang baik," ujarnya.
Dalam kesempatan
tersebut, Rudy juga mengaitkan penguatan keluarga dengan upaya percepatan
penurunan angka stunting di Kalimantan Timur. Ia menjelaskan, masa 1.000 Hari
Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode paling menentukan bagi pertumbuhan
fisik maupun perkembangan kecerdasan anak. Karena itu, keterlibatan ayah dan
ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi serta memberikan pola asuh yang baik menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mencetak generasi berkualitas.
Sebagai bentuk
komitmen pemerintah, Rudy menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan serta
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Timur
untuk memperluas program pasar ikan murah, beras murah, dan sembako terjangkau
di seluruh kabupaten dan kota. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan
akses masyarakat terhadap bahan pangan bergizi sekaligus membantu mempercepat
penurunan angka stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Pemerintah
Provinsi akan terus memberikan dukungan terhadap seluruh program yang bertujuan
mencegah maupun menurunkan angka stunting di Kalimantan Timur. Ini menjadi
tanggung jawab bersama," katanya.
Sementara itu, Bupati
Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang
diberikan kepada Kabupaten Berau sebagai tuan rumah Harganas ke-33 tingkat
Provinsi Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa Harganas tidak boleh dipahami
sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat
komitmen membangun sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga.
"Dari keluarga
yang harmonis lahir anak-anak sehat dan berkualitas. Pembangunan daerah, mulai
dari jalan, sekolah hingga pelayanan kesehatan, pada akhirnya bermuara pada
peningkatan kualitas hidup keluarga," ujar Sri Juniarsih.
Menurutnya,
Pemerintah Kabupaten Berau terus menjalankan berbagai program yang berpihak
kepada keluarga, mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak,
penguatan Posyandu, edukasi remaja, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak,
hingga kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.
Ia juga mengajak
seluruh ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam mendampingi tumbuh kembang
anak, karena kehadiran ayah akan memberikan dampak besar terhadap pembentukan
karakter dan masa depan generasi penerus.
Puncak Harganas ke-33
di Kabupaten Berau akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Momentum
ini mempertegas tekad bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah
Kabupaten Berau, BKKBN, TP-PKK, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan
keluarga sebagai pusat pembangunan. Dari keluarga yang kuat akan lahir
anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu membawa Kalimantan Timur
menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera. (sep/FN)